Raspberry Pi dan penyelamatan jutaan pohon

Raspberry Pi di atas adalah single board computer yang spesifikasinya setara dengan umumnya smartphone yang kita miliki. Mungkin sekarang smartphone kita rata-rata sudah lebih canggih lagi, karena persaingan antar brand semakin ketat.

Raspberry Pi 3 Model B yang ada di atas menggunakan CPU Broadcom BCM2837 dengan clock 1,2 GHz 64-bit quad-core ARM Cortex-A53 dan RAM 1GB. Nampak minim jika dibandingkan dengan handphone berharga sejutaan saat ini. Tapi melihat harganya yang hanya sekitar setengah juta rupiah saja, sepertinya setara dengan handphone yang harganya di kisaran tersebut.

Setelah diinstal Edubox, pengujian kami menunjukkan bahwa Raspberry Pi ini dapat menjadi server yang melayani ujian bersamaan untuk (setidaknya) dua kelas reguler. Dalam beberapa skenario bahkan bisa untuk 3 kelas secara simultan. Jika satu kelas reguler maksimal berisi 40 siswa, jika diambil nilai rata-ratanya maka 3 kelas tersebut setara dengan 100 siswa.

Anda tahu berapa kali ujian massal yang diikuti oleh setiap siswa? Jika dalam satu semester ada UTS dan UAS, maka dalam satu tahun ada 4 kali ujian massal. Anda pasti terkejut jika saya beri tahu bahwa setiap siswa membutuhkan setidaknya 340 lembar kertas untuk penggandaan soal dan lembar jawaban pada ke-empat ujian tersebut. Itu artinya 34.000 lembar kertas yang dibutuhkan oleh 100 siswa tadi, atau sama dengan 68 rim. Menurut referensi, 68 rim tadi kira-kira setara dengan 4 batang pohon!

Padahal tahun 2012 Antara menyatakan ada 58 juta siswa di Indonesia. Jika 58 juta siswa tadi menggunakan kertas dalam jumlah yang sama dalam setahunnya (anggap saja tidak hanya ujian, tapi juga catatan, menggambar, dsb), maka dalam setahun setidaknya 2.380.000 pohon ditebang!

Inilah misi kami di Edubox. Menghindari penebangan 2.380.000 pohon setahun, yang ditebang untuk pendidikan.